Jumat, 18 Februari 2011

Lowongan Field Officer

YKIP (Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi), a Kuta-based charity, seeks



a Field Officer to assess and assist with projects in Bali


For this position, candidate must:

•Speak excellent English, Indonesian and Balinese is a plus•Be able to write excellent English and Indonesian •Be proficient in Microsoft Office and internet•Be hard-working, honest, reliable, charitable, meticulous, a team-player, pro-active and self-motivated •Be willing to work on occasional week-ends •Have SIM A and SIM CSend CV and salary requirements to : director@ykip.org
website: www.ykip.org



Start date: March 15, 2011

Rabu, 22 Desember 2010

Pendidikan SKM

Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :


1. Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian nasional yang tinggi

2. Memiliki kompetensi sebagai berikut :

a. Mengkaji status kesehatan masyarakat berdasarkan data, informasi dan indikator kesehatan (evidence based) untuk pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi Gizi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

b. Mengelola organisasi dan sistem kesehatan masyarakat (di bidang Gizi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku).

c Melakukan analisis kebijakan di bidang kesehatan masyarakat (berdasarkan dimensi sosio kultural dan atau lingkungan masyarakat serta memberikan rekomendasi).

d. Melakukan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kegiatan dukungan sosial (kemitraan) di bidang kesehatan masyarakat untuk meningkatkan jejaring dan aksesbilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

e. Melaksanakan riset di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi Gizi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Jumat, 17 Desember 2010

PROFESIONALISME SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT

PROFESIONALISME SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh : Prof. Dr.Ridwan Amiruddin, S.KM. M.Kes., MSc.PH.
I. Pendahuluan
Pembahasan tentang profesionalisme akhir-akhir ini mencuat kepermukaan terkait dengan tuntutan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin tinggi dan semakin sensitive. Dalam sector kesehatan baik bidang layanan langsung berupa pelayanan curative di rumah sakit, puskesmas atau praktik medic lainnya. Hal yang tak kalah urgensinya adalah profesionalisme pekerja kesehatan pada bidang public health yang berfokus pada aspek primordial prevention, health promotion, sampai pada specific protection. Bagi praktisi public health profesionalisme tentu diarahkan pada kemampuan mengisi ruang pada kebutuhan public yang masih sangat minim perhatian.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan professional?
Dalam kepmen No.036/U/1993 tentang gelar dan sebutan lulusan perguruan tinggi, pada bab I, pasal 1;2 sebutan professional adalah sebutan yang diberikan kepada lulusan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan professional, (5). Pendidikan professional adalah pendidikan yang diarahkan pada kesiapan penerapan keahlian tertentu.
Selanjutnya yang berhak menggunakan sebutan professional adalah lulusan pendidikan professional dari akademi, politeknik, sekolah tinggi, institute atau universitas. Gelar akademik untuk program studi kesehatan masyarakat adalah Sarjana Kesehatan Masyarakat yang disingkat S.K.M. Untuk gelar akademik magister disingkat M.Kes. (dibelakang nama), sedangkan untuk gelar akademik doctor disingkat Dr. didepan nama yang bersangkutan. (Dikti, 1993)

II. Arah kebijakan Sumber Daya Kesehatan
Permasalahan tenaga kesehatan yang dihadapi di Indonesia terkait dengan terbatasnya jumnlah dan distribusi yang tidak merata. Kekurangan tenaga tejadi pada hamper semua jenis tenaga. Pada tahun 2001 ratio dokter per 100.000 penduduk sebesar 7,7. Untuk dokter gigi 2,7. Ratio untuk sarjanakesehatan masyarakat per 100.000 penduduk baru 0.5. 1,7 apoteker, 6,6 ahli gizi, 0,1 tenaga epidemiologi dan 4,7 tenaga sanitasi. Banyak puskesmas belum meiliki dokter dan tenaga kesehatan masyarakat. Keterbatasan ini juga diperparah dengan sebaran tenaga yang tidak merata. 2/3 dokter spesialis tinggal di Jawa Bali. Ratio dokter umum per 100.000 penduduk antar wilayah sangat tinggi 2,3 di lampung hingga 28,0 di DI Yogyakarta.
Program sumber daya kesehatan dari pemerintah ditujukan untuk meningkatkan jumlah, mutu dan penyebarannya sesuai kebutuhan, dengan kegiatan pokok diantaranya peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, pembinaan tenaga kesehatan dan penyusunan standar kompetensi dan regulasi profesi kesehatan (Depkes, 2008).

III. Karier Sarjana Kesehatan Masyarakat

Mengapa mengejar karir di bidang kesehatan masyarakat?

Kesehatan masyarakat adalah bidang menarik dan tumbuh. Tantangan profesional bidang ini adalah untuk menghadapi masalah kesehatan yang kompleks, seperti meningkatkan akses ke perawatan kesehatan, mengendalikan penyakit menular, dan mengurangi bahaya lingkungan, kekerasan, penyalahgunaan zat adiktif, dan cedera.
Kesehatan masyarakat adalah bidang yang diarahkan untuk melayani orang lain. Profesional melayani kesehatan masyarakat lokal, nasional, dan masyarakat internasional. Mereka adalah pemimpin yang memenuhi tantangan yang menarik dalam melindungi kesehatan publik saat ini dan di masa depan.

Kesehatan masyarakat adalah bidang yang bermanfaat. Bidang kesehatan masyarakat memerlukan pribadi yang kuat yang berupaya untuk memperbaiki kesehatan masyarakat dan kesejahteraan.

Kesehatan masyarakat adalah bidang yang menawarkan banyak kesempatan kerja untuk memenuhi berbagai kepentingan dan keterampilan. Apakah Anda lebih tertarik untuk mengolah angka, melakukan penelitian, atau bekerja dengan orang-orang, maka ada tempat untuk Anda dalam bidang kesehatan masyarakat.

Kesehatan masyarakat sangat ideal bagi mereka yang ingin mendapatkan kepuasan bahwa mereka bekerja untuk memperbaiki kehidupan orang lain.

Bagaimana gelar sarjana dalam kesehatan masyarakat meningkatkan peluang karier?

Banyak pekerjaan kesehatan masyarakat memerlukan gelar di bidang kesehatan masyarakat. Seorang sarjana profesional kesehatan masyarakat memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan para profesional lain dan memungkinkan para profesional untuk:

1. Mendapatkan pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan lokal, nasional dan global legislatif dan sosial;
2. Berlaku luas, state-of-the-art keterampilan kuantitatif dan kualitatif yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah;
3. Mengembangkan strategi multidisipliner dan kolaboratif untuk pemecahan masalah kesehatan yang berhubungan;
4. Meningkatkan keterampilan komunikasi dengan bekerja sama dengan kelompok yang beragam, dan,
5. Diposisikan untuk peran kepemimpinan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

Di mana pekerjaan umum profesional kesehatan?

profesional kesehatan dapat bekerja baik di sektor publik maupun swasta. Banyak lulusan kesehatan masyarakat akan menemukan pekerjaan di sektor publik baik lokal,provinsi, nasional baik departemen kesehatan maupun di department lain. Pekerjaan yang tersedia di departemen kesehatan berkisar Inspektur Keamanan Pangan, Pendidik; Analis Kebijakan untuk epidemiologi. Di universitas sebagai pengajar dan peneliti.

Mereka yang tertarik untuk bekerja di sebuah organisasi nirlaba dapat menemukan pekerjaan dalam advokasi kesehatan, kebijakan, atau penelitian untuk organisasi-organisasi seperti, Palang Merah, atau non lokal non-profit yang berfokus pada isu-isu kesehatan tertentu. Sementara profesional kesehatan masyarakat yang lain menemukan pekerjaan di sektor swasta – bekerja dalam uji kontrol untuk perusahaan farmasi atau untuk perusahaan asuransi kesehatan.

Apakah perlu gelar yang lebih tinggi untuk bekerja di bidang kesehatan masyarakat?

Meskipun dimungkinkan untuk mendapatkan pengalaman di lapangan tanpa gelar yang lebih tinggi, para profesional kesehatan yang paling umum memerlukan setidaknya gelar Master untuk kemajuan karier.

Pekerjaan macam apa yang dapat saya harapkan setelah lulus dengan gelar di bidang kesehatan masyarakat?

• Manajemen Analis Kesehatan Masyarakat
• Direktur Program dan Layanan (puskesmas & rumah sakit)
• Komunikasi Spesialis Kesehatan
• Penelitian
• Analis Kesehatan Lingkungan
• Manajer, dll.

IV. Kompetensi Pendukung Professionalisme SKM

Berbagai hal terjadi dalam kompetensi dunia kerja yang terjadi meliputi dinamika hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Teichler (1997;1999) Yorke dan Knight (2006) dalam Syafiq (2008), terkait jurang antara outcome pendidikan tinggi dan tuntutan kompetensi di dunia kerja. Beberapa pergeseran penting terjadi meliputi terjadinya peningkatan pengangguran terdidik baik pengangguran terbuka maupun terselubung sebagai akibat dari massifikasi pendidikan tinggi, berubahnya struktur sosio ekonomki dan politik global yang mempengaruhi pasar dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga menyebabkan terjadinya berbagai perubahan mendasar dalam hal kualifikasi, kompetensi, dan persyaratan untuk memasuki dunia kerja.
Selanjutnya Teichler (1999); dalam Syafiq mengungkap beberapa fenomena menarik belakang ini yaitu;
1. Kemampuan mengatasi ketidakpastian (uncertainty) merupakan kunci untuk bertahan di dunia kerja
2. Pengetahuan yang spesifik memiliki kecenderungan cepat using (obsolute), disisi lain keterampilan umum yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah dalam konteks professional dan ketidakpastian pasar kerja harus menjadi dasar system belajar mengajar perguruan tinggi
3. Persyaratan dunia kerja dewasa ini menunjukkan harmoni antara ekonomi neoliberal yang global dan peningkatan tanggung jawab social serta solidaritas secara bersamaan
4. Bergesernya anggapan bahwa pendidikan tinggi mempersiapkan seseorang untuk bekerja menjadi mempersiapkan seseorang untuk hidup lebih baik, karena kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja sat ini begitu luas dan kompleks sehingga mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan untuk kehidupan itu sendiri.
5. Persyaratan kerja yang baru tampak semakin universal.
Paul dan Murdoch (1992) menjelaskan menghadapi dunia kerja, seorang lulusan perguruan tinggi harus dilengkapi dengan kualifikasi berikut ini agar dapat bertahan dan unggul dalam kompetisi:
1. Pengetahuan umum dan penguasaan bahasa Inggris
2. Keterampilan komunikasi meliputi penguasaan computer dan internet, presentasi audiovisual, dan alat-alat komunikasi lain.
3. Keterampilan personal meliputi kemandirian, kemampuankomunikasi dan mendengar, keberaniaan, semangat dan kemampuan kerjasama dalam tim, inisiatif, dan keterbukaan.
4. Fleksibilitas dan motivasi untuk maju yaitu kemampuan beradaptasi sesuai perubahan waktu dan lingkungan serta keinginan untuk maju sebagai pemimpin.

Keberhasilan pendidikan tinggi untuk menembus dunia kerja oleh Teicher menyebutkan 5 kriteria utama keberhasilan yaitu:
1. Transisi yang mulus dari pendidikan tinggi kedunia kerja meliputi masa tunggu kerja yang singkat dan upaya pencarian yang sederhana
2. Rasio pengangguran yang rendah
3. Rasio pekerjaan non regular yang rendah
4. Kesuksesan lulusan secara vertical dalam arti investasi pendidikan memperoleh keuntungan atau pendapatan lulusan lebih tinggi disbanding bukan lulusan atau rasio bekerja lulusan yang tinggi
5. Kesuksesan lulusan secara horizontal dalam arti hubgungan yang erat antara bidang studi dan jenis pekerjaan atau tingginya utilisasi pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan tinggi dalam pekerjaan.
Kemampuan kerja sarjana adalah sekumpulan pencapaian meliputi keterampilan, pemahaman, dan atribut personal yang memungkinkan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan dan keuntungan bagi dirinya, tenaga kerja, masyarakat, dan ekonomi secara keseluruhan. Yorke dan Knight (2006) menjelaskan bahwa “ke bekerja an’ sangat terkait dengan kapabilitas seperti dijelaskan oleh Stephson (1998) bahwa lulusan yang kapabel memiliki kemampuan untuk:
1. Mengambil tindakan yang efektif dan tepat
2. Menjelaskan apa yang mereka ingin mereka capai
3. Hidup dan bekerja dengan yang lain
4. Dapat terus belajar baik secara individual maupun dengan yang lain dalam masyarakat yang beragam dan terus berubah.

V. Penutup
1. Kemampuan multidisiplin dan pengalaman yang luas dari sarjana kesehatan masyarakat sangat penting untuk menunjang profesionalisme SKM di masa yang akan datang
2. Profesionalisme SKM sangat dituntut untuk memberikan layanan ke public berdasarkan kompetensi keilmuan yang dimiliki, bekerja secara tulus, terbuka pada perubahan dan berani menjadi pemimpin.
3. Untuk dapat mengikuti perubahan dunia kerja yang sangat dinamis, SKM dituntut untuk terus belajar untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya sehingga mampu berinovasi berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
4. SKM ke depan harus bersifat multi talenta, sehingga dapat menembus batas-batas keilmuan bidang kesehatan yang begitu luas maupun disiplin lainnya.

Daftar bacaan;
1. Baum, Fran (2008). The new public health, Oxford university press, Australia
2. Covey, Stephen (2004). First things first. Interaksara, Batamcenter.
3. Depkes (2008). Peningkatan akses masyarakat terhadap kesehatan yang berkualitas. RI.
4. Hackman, Michael and Johnson, Craig (2004). Leadership. Waveland Press, USA.
5. Kepmen Dikti, (1993). Gelar dan sebutan lulusan perguruan Tinggi
6. Public Health Karier. http://www.whatpublichealth.org
7. Rivai, Veithzal (2004). Kiat memimpin dalam abad ke 21. Murai kencana, Jakarta.
8. Robbin, Stephen, at.all (2008). Organisational Behaviour. 5th edition. Pearson Education Australia.
9. Shortel, Stephen and Kaluzny, Arnold (1997). Essential of health care management. Dalmar Publisher, USA.
10. Syafiq, Ahmad dan Fikawati, Sandra(2005). Kompetensi yang dibutuhklan dalam dunia kerja.

Jumat, 22 Oktober 2010

Lowongan Liason officer dari LSM swiss

Caritas Switzerland, an International NGO, is carrying out a Climate Project in Bali. The project's goal is to contribute to climate change mitigation by recycling used cooking oil from hotels and restaurants and transforming it into biodiesel.

Caritas Switzerland seeks for this project qualified, dynamic and highly motivated personnel to fill the position of:

Liason Officer

Summary of job duties and responsibilities:
1. Conducting baseline surveys at hotels and restaurants
2. Collecting and documenting information from hotels and restaurants
3. Maintaining good communication with all project stakeholders (private sector and government)
4. Organizing information events
5. Planning, developing and implementing PR strategies
6. Reporting to the Team Leader

Qualifications:
1. Strong communication and writing skills
2. D3 or S1 graduation from any backgrounds
3. At least 3 years experience (S1) or 5 years experience (D3) related with marketing/ public relation or in the hotel business
4. Able to communicate fluently in English, both in written and spoken
5. Experiences in socialization of target groups
6. Computer literate and using internet facilities
7. Committed personality and strong moral character
8. Balinese language skills are an asset
9. Motorbike driving license

Interested candidates are invited to submit their complete application until Oct. 31, 2010 with subject "Liason Officer" to HR_CaritasCH@ymail.com

Only short listed candidates will be notified

Rabu, 20 Oktober 2010

MONITORING AND EVALUATION OFFICER

Position open at Bali-based NGO.
Start date: November 1, 2010

This position requires a Bachelors Degree in a related field and at least three years experience as a MonEv specialist. Must be an Indonesian national. Preferably speaks fluent Balinese.

He/She must have strong cross-cultural communication (verbal and written) capacities, management and leadership skills and experience, ability to work in multi-cultural environment, must have problem-solving skills, results oriented, sensitivity to gender issues and solid computer skills in relevant software packages (MS office). Strong English language skills (oral and written) are required.

He/She will be specifically responsible for developing evaluation strategies for program implementation for health and education projects.

He/She must be able to work collaboratively with the entire team to support program related functions and to ensure that Monitoring and Evaluation permeates all program related work.

• Help establish systems and standards for regular assessment, monitoring and evaluation of the program against its objectives and expected outputs.
• Assist in establishing technical reporting forms and data flow mechanisms. This will include quarterly data collected from partners.
• Support the design of registers and tools for each level of intervention with a view of capturing all relevant information necessary for tracking program indicators.
• Participate in the planning and monitoring of all M&E related expenditures, and help prepare monthly spending forecasts.
• Contribute to capacity building of staff and implementing partners for monitoring and evaluation according to the principles of result-based management;
• Contribute to the sharing of guidelines, best practices and lessons learned in planning, monitoring and evaluation;
• Develop in collaboration with office staff and implementing partners innovative approaches for planning, monitoring and evaluation;
• Contribute to the documentation of successful experiences in monitoring and evaluation;
• Prepare monitoring work plans that account for related activities undertaken by various partners and identify the evaluation methodology

Required (must have):
- A strong knowledge of Statistics (SPPS, STATA or other statistic programs)
- A strong background in program evaluation methodologies
- Proficiency in quantitative and qualitative research methodology
- A strong working knowledge of issues related to development and humanitarian programming (health, education, community development).
- Substantial experience (minimum 3 years) and knowledge of monitoring and evaluation processes for NGO programs.
- Strong analytical and conceptual skills to think and plan strategically and the ability to translate this into practical and feasible operational program planning both in written and verbal formats
- Strong facilitation and training skills;


Send CV and qualifications to director@ykip.org

POSITION OPEN: EXECUTIVE SECRETARY

For Bali-based Yayasan

Qualifications:

• Female, maximum age of 35
• Degree from Secretarial College and/or three years prior experience
• Must have legal secretarial experience or SH degree
• Proficiency in Microsoft Office, Outlook and Internet
• Must have administration (filing and mailing list) skills
• Fluent Indonesian and English, oral and written
• Balinese speaker preferred
• Previous experience in a Yayasan preferred
• Has high level of integrity, loyalty and compassion
• Fast learner, attention to detail, self-motivated

Start date: December 1, 2010

Send email with salary requirements to director@ykip.org

Minggu, 17 Oktober 2010

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TAHUN ANGGARAN 2010

NOMOR : 334/SRT/RO2/KKP/X/2010

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) bagi yang memenuhi persyaratan dan lulus Ujian Penyaringan yang diadakan oleh Panitia Seleksi Penerimaan CPNS.


Penempatan, kualifikasi pendidikan dan alokasi formasi sebagaimana terlampir.

A. SYARAT UMUM

1. Warga Negara Indonesia yang memiliki kualifikasi pendidikan (jenjang dan jurusan) sesuai dengan formasi yang dibutuhkan;
2. Pria dan Wanita dengan usia minimal 18 (delapan belas) tahun dan maksimal 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 01 Desember 2010;
3. Berijasah S1, DIV, DIII atau yang disetarakan, baik dari lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) minimal B atau Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Kementerian Pendidikan Nasional dengan persyaratan pelamar harus memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) sebagai berikut :
* Untuk Perguruan Tinggi Negeri IPK minimal 2,75 (Dua koma tujuh puluh lima).
* Untuk Perguruan Tinggi Swasta IPK minimal 3,00 (Tiga koma nol nol)

Surat Keterangan Lulus / Ijazah sementara tidak berlaku.
4. Sehat jasmani dan rohani;
5. Tidak terikat hubungan kerja/ikatan dinas dengan Instansi Pemerintah atau Badan Swasta lainnya;
6. Tidak terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah (PUNP);
7. Tidak pernah tersangkut perkara pidana atau kasus narkoba;
8. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagaiPegawai Negeri Sipil atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
9. Pelamar diutamakan mampu berbahasa Inggris dengan lancar baik lisan maupun tertulis.

B. SYARAT KHUSUS

1. Telah terdaftar sebagai Tenaga Pencari Kerja pada Bursa Kesempatan Kerja Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
2. Membuat surat lamaran yang dibuat dengan tulisan tangan sendiri, tinta hitam dengan melampirkan :
* Daftar Riwayat Hidup meliputi pendidikan formal dan informal serta pengalaman. Khusus pendidikan formal harus dituliskan : Sekolah Dasar sampai dengan pendidikan terakhir, nama lembaga pendidikan, lama pendidikan dan nilai rata-rata ijazah.
* Fotocopy legalisir Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk melamar pekerjaan dari Kantor Kepolisian setempat yang masih berlaku sebanyak 1 (satu) lembar;
* Fotocopy legalisir Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter Puskesmas / Rumah Sakit Pemerintah yang masih berlaku pada saat pendaftaran;
* Pas foto terakhir (berwarna) menghadap ke muka, dengan ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar;
* Fotocopy Ijazah / STTB terakhir yang disahkan dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang : Rektor / Dekan / Ketua / Direktur dengan Stempel basah (bukan stempel foto copy);
* Transkrip nilai akademik yang dilegalisir oleh Dekan Fakultas bagi Perguruan Tinggi Negeri dan bagi Perguruan Tinggi Swasta sesuai peraturan pemerintah;
* Fotocopy Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku pada saat pendaftaran 1 (satu) lembar.

3. Waktu dan Tempat Pendaftaran :
a. Waktu pendaftaran tanggal 26, 27 dan 28 Oktober 2010 dimulai pukul 08.00 s.d 12.00 waktu setempat.
b. Tempat Pendaftaran :
Silakan lihat di pengumuman lengkap…

4 Tata cara melamar :
a. Kepala surat lamaran ditujukan kepada :
Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Jalan Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta Pusat
b. Surat lamaran beserta lampirannya disusun rapih sesuai dengan urutan pada butir B.2, dan diserahkan dalam map dengan ketentuan :
1) S1 dan DIV map warna hijau;
2) D III map warna biru.
c. Pelamar yang telah menyerahkan berkas lamaran akan diberikan Tanda Terima Penyerahan Berkas (TPB), surat tanda terima penyerahan berkas sebagai bukti pengambilan nomor peserta ujian bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi Administrasi.

5. Seleksi Ujian Penyaringan :
a. Ujian Tertulis :
1) Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang mencakup:
Tes Pengetahuan Umum (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Hankam dan Hukum) Tes Bakat Skolastik (kemampuan verbal, kuantitatif dan penalaran), dan Tes Skala Kematangan (Kemampuan adaptasi, pengendalian diri, semangat berprestasi, integritas dan inisiatif).
2) Tes Kompetensi Bidang (TKB) sesuai disiplin ilmu.
b. Tes Wawancara.
Peserta yang lulus seleksi ujian tertulis yang memenuhi batas nilai minimal (passing grade) dan berada pada rangking teratas, akan diikutsertakan dalam seleksi wawancara (satu formasi berbanding dua diambil dari peserta ranking teratas), adapun peserta yang tidak dipanggil wawancara dinyatakan gugur

6. Pelaksanaan
a. Seleksi ujian tertulis dilakukan serentak pada hari Minggu tanggal 14 Nopember 2010, pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat, pukul 09.00 Waktu Indonesia Tengah dan pukul 10 Waktu Indonesia Timur, sesuai tempat seleksi yang ditentukan.
b. Peserta seleksi ujian tertulis yang tidak mengikuti salah satu materi seleksi dinyatakan gugur.
c. Hasil seleksi ujian tertulis akan diumumkan melalui rayon masing-masing atau website : www.budpar.go.id (teks Indonesia), untuk mengikuti tahapan seleksi wawancara dan psikotes.
d. Peserta yang dinyatakan lulus diumumkan melalui rayon masing-masing atau website www.budpar.go.id (teks Indonesia).

7. Lain-lain
a. Semua biaya yang dikeluarkan oleh pelamar untuk kelengkapan pendaftaran maupun biaya lainnya dalam rangka mengikuti ujian penyaringan sepenuhnya menjadi beban pelamar.
b. Dalam Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ini, penilaian semata-mata didasarkan kepada kecakapan / hasil ujian masing-masing pelamar, apabila ada pihak/oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dengan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut adalah penipuan. Panitia tidak bertanggungjawab atas perbuatan pihak/oknum tersebut.
c. Dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ini panitia TIDAK MEMUNGUT BIAYA APAPUN dari para pelamar.
d. Surat lamaran yang sudah masuk ke Panitia, dengan alasan apapun tidak dapat diminta kembali.
e. Keputusan Panitia Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil berlaku mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.