Jumat, 05 September 2008

Advokasi, komunikasi dan mobilisasi sosial (AKMS)

Advokasi, komunikasi dan mobilisasi sosial (AKMS)

penanggulangan tuberkulosis

AKMS adalah suatu konsep sekaligus kerangka kerja terpadu untuk mempengaruhi dan mengubah kebijakan publik, perilaku, dan memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan penanggulangan TB. Sehubungan dengan itu AKMS TB merupakan suatu rangkaian kegiatan advokasi, komunikasi dan mobilisasi sosial yang dirancang secara sistematis dan dinamis.

1. Batasan

Advokasi hádala tindakan untuk mendukung upaya masyarakat mendapatkan berbagai sumberdaya atau perubahan kebijakan. Dalam konteks global, advokasi TB dimengerti sebagai seting intervensi terkordinasi yang diarahkan untuk menempatkan TB dalam agenda politik dan pengembangan pada posisi tinggi, untuk mengamankan komitmen internacional dan nasional dan menggerakan sumber daya yang diperlukan. pada konteks dalam negri, advokasi merupakan upaya luas untuk meyakinkan bahwa pemerintah memiliki komitment kebijakan yang kyat dalam menanggulangi TB.

Komunikasi merupakan proses dua arah yang menempatkan partisipasi dan dialog sebagai eleven kunci. Dalam konteks penanggulangan TB komunikasi diarahkan untuk mendorong lingkungan berkreasi melalui pembuatan strategi dan pemberdayaan. Seluruh kegiatan komunikasi disebarluaskan lewat media dan berbagai saluran.

Mobilisasi sosial dalam konteks nasional dan regional merupakan proses membangkitkan keinginan masyarakat, secara aktif meneguhkan konsensus dan komitmen social diantara stakeholders untuk menanggulangi TB yang menguntungkan masyarakat. Penggerakan masyarakat dilaksanakan di tingkat paling bawah dan secara luas berhubungan dengan mobilisasi dan aksi masyarakat. Memperhatikan pemaparan componen AKMS, masing-masing componen mempunyai tujuan dan kegiatan spesifik yang dilaksanakan secara terpadu untuk mencapai keberhasilan program penanggulan TB.

2. Strategi AKMS

a. Advokasi

adalah upaya secara sistematis untuk mempengaruhi pimpinan, pembuat kebijakan dan keputusan dalam penanggulangan Tb . Pendekatan lepada para pimpinan ini dapat dilakukan dengan cara bertatap muka langsung, konsultasi, memberikan laporan, pertemuan rapat kerja, lokakarya dan sebagainya sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing unit.

dalam melakukan advokasi perlu dipersiapkan data atau informasi yang cukup serta bahan-bahan pendukung lanilla yang sesuai agar dapat meyakinkan mereka dalam memberikan dukungan.

Langkah yang perlu dipersiapkan untuk merencanakan kegoatan advokasi :

· Analisa situasi

· Memilih strategi yang tepat (advokator, pelaksana, metode dan sebagainya)

· Mengembangkan bahan-bahan yang perlu disajikan lepada sasaran dan

· mobilisasi sumber dana

b. Komunikasi

Merupakan proses penyampaian pesan atau gagasan yang disampaikan secara lisan dan atau tertulis dari sumber pesan lepada penerima pesan melalui media dengan harapan adanya pengaruh timbal balik.

komponen komunikasi

di dalam studi komunikasi model komunikasi yang sering dianut adalah yang mempunyai lima komponen sebagai berikut:

a) Sumber pesan (komunikator)

semua komunikasi berasal dari satu sumber. sumber ini mungkin dalam bentuk individu atau mungkin dalam bentuk kelompok, bahkan dala bentuk kelembagaan. Dalam proses komunikasi sumber dituntut untuk mempunyai keterampilan-keterampilan seperti berpikir, berbicara, menulis dan lanilla. Sember juga diharapkan mempunyai sikap yang positif terhadap penerima pesan. Selain itu sumber seyogyanya mempunyai pengetahuan yang mendalam terhadap pesan yang disampaikan maupun terhadap penerima pesan.

b) Pesan

pesan dalam proses komunikasi disampaikan melalui bahasa tertentu yang sama dengan bahasa penerima pesan. Isi pesan perlu disederhanakan dan disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik penerima pesan agar mudah dimengerti oleh penerima.

saluran/media dalam proses komunikasi dapat berbentuk :

· Rapat pertemuan, percakapan, seminar peningkatan pengetahuan

· radio, rekaman

· televisi, film

· demonstrasi, latihan

· surat kabar, majalah, dan buku

c) Penerima pesan (komunikan)

Penerima pesan ini dapat berupa individu atau kelompok bahkan kelembagaan dan massa. lancar tidaknya statu proses komunikasi banyak tergantung pada pengetahuan, sikap, keterampilan penerima pesan tersebut.

d) Umpan balik

umpan balik hádala proses pengecekan untuk mengetahui apakah :

  1. pemberi pesan dapat menyampaikan pesan dengan baik
  2. pesan disampaikan dimengerti dengan baik oleh penerima
  3. pesan disampaikan sesuai dengan penerima pesan

c. Mobilisasi sosial

Dalam konteks nasional dan regional merupakan proses membangkitkan keinginan masyarakat, secara aktif menguhkan konsensus dan komitmen social diantara pengambil kebijakan untuk menanggulangi TB yang menguntungkan masyarakat. Mobilisasi sosial berarti melibatkan semua unsur masyarakat, sehingga memungkinkan masyarakat untuk melakukan kegiatan secara kolektif dengan mengumpulkan sumber daya dan membangun solidaritas untuk mengatasi masalah bersama dengan kata lain masyarakat menjadi berdaya.

beberapa prinsip mobilisasi social

  • Memahami kemampuan lembaga yang ada di masyarakat
  • berstandar pada pemahaman dalam konteks social dan cultural termasuk situasi politik dan ekonomi masyarakat setempat.
  • Memenuhi permintaan masyarakat
  • Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi
  • memerlukan banyak sumber daya dalam organisasi penggerak
  • berdasarkan rencana rasional dalam rumusan tujuan, sasaran, pesan, indikator dan umpan balik mobilisasi
  • memerlukan pengulangan secara periodik
  • menggunakan individu yang terrenal atau dihormati sebagai penggerak

peran dan karakteristik penggerak masyarakat, harus merupakan elemen masyarakat, memiliki inisiatif dan cara manajemen masyarakat sendiri, memiliki solidaritas dan kerjasama antar kelompok atau organisasi masyarakat, memiliki keterpaduan dengan eleven pemerintah dan non pemerintah.

Beberapa prinsip pemberdayaan masyarakat

1. Menumbuh kembangkan potensi masyarakat dapat berupa :

- Community leaders : para pemimpin baik formal dan informal

- Community Organization : Organisasi/lembaga kelompok

- Community fund : Dana yang ada di masyarakat

- Community meterial : Sarana masyarakat

- Community Knowledge : pengetahuan masyarakat

- Community technology : teknologi tepat guna termasuk cara berinteraksi masyarakat setempat secara cultural

- Commnuty decision making : pengambilan keputusan oleh masyarakat

2. kontribusi masyarakat dalam penanggulangan TB

pemberdayaan masyarakat, berprinsip meningkatkan kontribusi masyarakat dalam penanggulangan TB, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. secara kuantitatif berarti semakin banyak keluarga/masyarakat yang berkiprah dalam penanggulangan TB. Secara kualitatif berarti keluarga/masyarakat bukan hanya memanfaatkan tetapi ikut berkiprah melakukan penyuluhan, ikut menjadi PMO, kader TB dan sebagainya.

3. Mengembangkan Gotong royong

pengembangan potensi masyarakat melalui fasilitasi dan memotivasi diupayakan berpegang teguh pada prinsip-prinsip memperkuat dan mengembangkan budaya gotong royong.

4. Bekerjasama masyarakat

Prinsip lain yang harus dipegang teguh adalah “bekerja untuk dan bersama masyarakat”, karena dengan kebersamaan inilah terjadi proses fasilitasi, motivasi, alih pengetahuan dan keterampilan.

5. KIE berbasis individu, keluarga, masyarakat dan ormas lainnya. Kemitraan antara Pemerintah, LSM, Ormas dan berbagai kelompok masyarakat lainnya akan memudahkan kerjasama di lapangan, sehingga potensi dapat dimanfaatkan secara optimal. untuk itu dapat memilih mitra sesuai dengan peran dan peminatan di bidang AKMS TB dapat digunakan contoh berikut:

Memilih mitra dan peran berdasarkan peminatan

Mitra

Peminatan

Komisi D DPRD, komisi 9 DPR

Kebijakan, legislasi

Akademisi, profesi (IDI, PAPP)

Pelayanan kesehatan TB

LSM, dll

Komunikasi TB

6. Desentralisasi

Upaya pemberdayaan masyarakat sangat berkaitan dengan budaya setempat, karena itu segala bentuk pengambilan keputusan harus diserahkan ke tingkat operacional agar tetap sesuai dengan kultur budaya setempat.

bentuk-bentuk mobilisasi social penanggulangan TB :

Kompanye, digunakan dalam rangka mensosialisasikan isu strategis yang telah dikembangkan lepada berbagai sasaran (masyarakat, organisasi profesi, lintas sektoral, lintas program, dunia usa, LSM dll) dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki serta terpanggil untuk terlibat sesuai dengan perannya dalam pennggulangan isu tersebut.

Penyuluhan kelompok, digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kelompok masyarakat melalui berbagai metode dan media penyuluhan.

Diskusi kelompok, digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kelompok masyarakat untuk menanggulangi masalah TB melalui diskusi kelompok.

kunjungan rumah, digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap agar keluarga mau berubah perilakunya sehubungan dengan TB.

Konseling, digunakan untuk membantu menggali alternatif pemecahan masalah TB dalam satu keluarga.

langkah-langkah mobilisasi sosial :

- Memberikan pelatihan kepada kelompok pelopor (kelompok yang paling mudah menerima isu yang sedang diadvokasi)

- mengkonsilidasikan mereka yang telah mengikuti pelatihan menjadi kelompok pendukung.

- mengembangakan koalisi diantara kelompok maupun pribadi pendukung

- mengembangkan jeringan informasi diantara anggota koalisi agar selalu mengtahui dan merasa terlibat dengan isu yang diadvokasikan.

- melaksanakan kegiatan yang bersifat masal dengan melibatkan sebanyak mungkin anggota koalisi

- mendayagunakan media massa untuk mengekspos kegiatan koalisi dan sebagai jeringan informasi.

- mendayagunakan berbagai media massa untuk membangun kebersamaan dalam mengatasi masalah. hal ini efektif bila dilakukan menggunakan TV, radio spot, billboard dan spanduk.

Tidak ada komentar: